memori duapuluh tahun lalu

Senang rasanya sudah membantu seorang bapak paruh baya ngebenerin motornya dijalan tebet raya (tapi suasananya msh spt jaman di tahun 90-an). Rasanya seperti menyusun puzzle bentuk motor aja. Bpk itupun pergi dgn motornya. Dan aku berjalan balik ke arah rmhku (yg dulu msh di menteng dalam). Tp gak lama, ada keramaian di arah bpk itu melaju. Dgn anehnya sptnya aku tiba2 sdh berada ditempat keramaian itu, melihat motor dan bpk itu jatuh ditempat yg berbeda, tp keduanya baik-baik aja. Dan sptnya aku merasa hal itu mmg akan terjadi dan wajar, jadi akupun kembali ke arah rmh.

Setelah berbelok kanan dilampu merah, aku mulai menyeberang jalan besar (2 jalur beda arah dan masing2 selebar 3 mobil) ke arah halte di persojo (dulu ada halte disana, skr udah ntah kemana). Terus ke arah jalan masuk kecil (gang gotong royong) yg jadi jalan tikus terdekat yg tembus menuju rmhku, gak jauh jg dari gedung balai sudirman saat ini (yg saat itu jg blm ada). Jalan ini yg biasa aku tempuh baik pergi maupun pulang, walaupun gang ini hanya tembus ke jalan raya yg msh jauh dari rmhku, masih perlu melewati 2 gang lainnya untuk sampai di rmhku yg diapit oleh gang dan jalan raya.

Mataku menangkap 2-3 laki2 berkumpul dekat halte, spt biasa bila ada tindak tanduk mencurigakan, insting mengatakan mrk krg baik. Seorang dari mrk, msh muda kira2 usia 20an berjalan ke arah gang mendahuluiku. Langkahku terhenti sejenak diatas jembatan (dulu jembatan msh kecil dan msh banyak semak belukar sekitarnya) karena jalan masuk itu sptnya tertutup tenda besar dan gelap. Tapi rasanya spt tenda karnaval yg didalamnya ada lampu2 kecil. Dan rasanya masih wajar jadi aku hanya bimbang sejenak. Laki2 didepanku seketika menoleh kearahku dgn mata berpendar biru terang karena dilatarbelakangi kegelapan. Sontak aku berbalik arah mungkin krn insting dan rasa khawatir, masih terdengar suara laki2 itu spt meminta uang kepadaku. Aku langsung menjauhinya dan karena teman2nya berada di sisi kanan (dekat halte) maka aku ke sisi kiri (ke arah depan balai sudirman yg belum lg dibangun, saat itu msh gak jelas gedung/tanah kosong). Keputusan yg sempat aku sesali krn jalan ke kanan itu justru sepi. Merasa laki2 itu msh mengikuti dibelakangku, aku mempercepat langkahku menyusuri trotoar yg saat itu msh tanah merah bersemak. Kuputuskan untuk menyeberangi jalan besar, tp kendaraan msh banyak yg lalu lalang, sementara laki2 tadi makin mendekat…

Terbangun tiba2, ah ternyata hanya mimpi. Serasa nyata, kembali ke tahun 90-an dengan suasana jalan di perempatan tebet raya (persojo) yg jelas tergambar. Tapi apa maksud mimpi tadi aku gak terlalu mikirin sih. Untung jg cm mimpi, jd bs bangun heheh.. Tp sedikit penasaran sih endingnya bakal kayak apa.

Saat itu hari Jumat tgl 29 juni pukul 2 dinihari. Disaat yg lain sdg seru2nya nonton bola antara italy lawan portugal (eurocup). Sempat menyapa bbrp temen yg msh terjaga. Tp untung gak lama aku bs tidur lagi dan kali ini, tanpa mimpi😀

Zzz…

~ by morningd3w on June 30, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: